Awal “Kita”

Saat itu hujan, sekedar rintik
Tak ada prasangka bahkan niat menarikmu
Sebisa mungkin menjaga mata
Membatasi kata dan tingkah
Layaknya bertemu lelaki lain
dan kau di sana
Aku masih biasa, tak ada rasa
Sebatas senyum dan salam dari jarak 2 meter
Kau bahkan tak tersenyum, membalas salampun enggan
Tapi aku bersyukur, hati ini masih berjaga

Dalam beberapa rutinitas yang sama,
kau mendekat
Tidak jelas,
tapi aku dan kamu terlalu sering bersama
Mungkin beberapa melihat kejanggalan pada kita
Kita yang selalu menjaga kini terjaga
Merobohkan dinding yang tak lagi kokoh
Kabar dan salam ramai bersuara di antara kita
Hati dan prinsip saling berbentur, menerima tapi enggan
dan waktupun terus berjalan,
melenakan dua insan yang terlanjur terpanah asmara

 

Ruang rindu
11/02/2017

Advertisements

Coretan Mahasiswa Tingkat Akhir

“Yes! Akhirnya dapet pembimbing juga!”
“Apa? Pendamping?”
Yah, begini nih rasanya kalau lagi berbahagia disamping kegalauan sohib. Pembimbing aja dengernya pendamping. Yang tadinya happy, nyanyi – nyanyi one steeeepppppp cloooosssseeeerrr~ malah jadi baaappppeeerrrrr~

Penggalan percakapan tadi bukan pengalaman saya. Tapi semakin jauh melangkah, pertanyaannya enggak jauh beda. Kalau enggak JODOH, NIKAH, ya KERJA! Namanya juga hidup, enggak jauh beda sama interview. Ada aja pertanyaan setelah pertanyaan yang lain dijawab. Tapi postingan kali ini bukan tentang lika liku kehidupan, jadi jangan dibawa serius ya. Cuma mau curhat sedikit tentang masa perkuliahan dulu (kesannya lama, padahal wisuda juga belum). Continue reading “Coretan Mahasiswa Tingkat Akhir”